Salam Sukses

Kehidupan Sementara Akhirat Selamanya

Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Thursday, December 19, 2019

Pembuatan Mentega Skala Industri

December 19, 2019
Pembuatan Mentega Skala Industri - Mentega merupakan produk olahan dari susu yang dibuat dengan cara mengaduk krim yang didapat dari susu. Biasanya digunakan sebagai olesan roti dan biskuit, mentega juga digunakan sebagai perantara lemak di beberapa resep roti dan masakan dan terkadang bahan untuk menggoreng. Pengganti mentega adalah margarine, yang biasanya lebih murah dan memiliki sedikit lemak serta kolesterol.

Pembuatan Mentega Skala Industri
Sumber : Alat Pengukur Warna
Pembuatan mentega sendiri membutuhkan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonosto cremoris yang berguna pada proses pengasaman nantinya. Pada pembuatan mentega Streptococcus lactis digunakan untuk menghasilkan asam laktat. Jenis bakteri ini memang banyak digunakan dalam proses pembuatan mentega.

Streptococcus lactis adalah termasuk jenis bakteri yang berbentuk bulat (kokus) atau berbentuk bola yang berkelompok memanjang berbentuk rantai. Streptococcus merupakan golongan bakteri yang dapat berkembang biak di tempat pemerahan susu. Streptococcus bersumber dari susu terfermentasi/susu asam. Dinding sel bakteri sangat tipis, tersusun atas peptidoglikan, yaitu polisakarida yang berkaitan dengan protein dan bersifat selektif permeabel. Membran sel berfungsi untuk mengontrol zat makanan yang masuk dan keluarnya sisa metabolisme, selain itu membran sel juga berperan dalam pembelahan sel.

Tahap pembuatan mentega

Pembuatan mentega sendiri pada dasarnya adalah bagaimana mengubah kedudukan globula lemak susu yang semula berupa emulsi lemak dalam air menjadi emulsi air dalam lemak. Pembuatan mentega terdiri dari beberapa tahap, tahap ini adalah sebagai berikut :

Pembuatan Mentega Skala Industri

1. Separasi

Untuk memisahkan  skin dan rim, dikerjakan dengan separator dengan putaran 6000 rpm. Dengan putaran tersebut 99,5% lemak susu dapat dipisahkan.

2. Standarisasi

Penyesuaian kadar lemak krim yang akan dibuat mentega dimana standar kadar lemak krim yang baik dalam pembuatan mentega adalah sekitar 30 - 33%.

3. Netralisasi

Dalam proses pasteurisasi untuk menghindari penggumpalan yang bisa terjadi dilakukan dengan menambahkan larutan alkali sehingga dapat mencapai pH sekitar 6,8 - 7,2 pH. Proses ini sering disebut dengan proses netralisasi, proses ini juga berguna untuk mencegah timbulnya cita rasa yang tidak baik selama pemanasan. Selain itu dengan proses netralisasi juga akan memberikan pengaruh pada sifat yang lebih baik pada hasil akhir.

4. Pasteurisasi

Dilakukan pada metode yang lambat (suhu 70 - 75°c selama 30 menit) atau metode cepat (suhu 80 - 85°C selama 25 detik).

5. Pemeraman

Jika dikehendaki mentega dengan cita rasa yang spesifik . Pemeraman dilakukan pada suhu 21°C. Mikroba yang digunakan adalah :
  • Streptococcus lactis
  • Str.citrovorus
  • Str.paracitrovorus

Pemeraman dihentikan apabila keasaman krim mencapai 0,2 - 0,4% dihitung sebagai asam laktat, Biasanya dicapai dalam waktu 12 - 18 jam.

6.      Pendinginan

Selama semalam pada suhu 10°C. Pendinginan berfungsi untuk memberikan tekstur yang baik dan memudahkan pembalikan emulsi lemak dalam air menjadi emulsi air dalam lemak.

7.      Churning

Merupakan proses pengadukan.

8.      Pencucian

Pada tahap ini bahan mentega yang hampir jadi akan dicuci untuk membersihkan dari pengotor yang mungkin masih terbawa.

9.      Partikel - partikel mentega terbentuk terpisah dari serumnya

Serum harus dibuang dan diganti dengan air yang suhunya sama dengan suhu mentega, dengan jumlah air kurang lebih sama dengan jumlah serum yang dibuang.

10.  Penggaraman

Untuk mentega dengan rasa asin dikerjakan sebelum proses churning yang terakhir. Jumlah garam berkisar 5,25%. Garam yang tertinggal dimentega berkisar 1 - 2%.

Wednesday, May 22, 2019

Pembuatan Bubuk Green Tea

May 22, 2019
Pembuatan Bubuk Green Tea - Bubuk green tea atau teh hijau kini sudah semakin populer. Bubuk teh hijau ini banyak digunakan untuk membuat teh, memasak atau dapat diminum langsung. Bahkan bubuk teh hijau juga dipercaya memiliki manfaat untuk kecantikan kulit wajah kita.


Di Jepang sendiri bubuk teh hijau lebih dikenal dengan nama Matcha. Bubuk teh hijau ini dibuat dari daun hijau muda yang tidak tua dan tumbuh paling tinggi dari pohon teh yang biasanya memiliki harga yang mahal.

Semakin tua daun teh yang digunakan untuk membuat bubuk teh hijau ini maka akan semakin menurunkan kualitas bubuk teh hijau itu sendiri. Bila Anda ingin membeli bubuk teh hijau terbaik tentu Anda harus membelinya di negara asalnya karena kualitasnya juga dipengaruhi oleh iklim negara tersebut.

Bubuk teh hijau yang ada di negara kita kebanyakan adalah buatan rumahan yang memiliki kualitas yang tidak terlalu berbeda jauh dengan negara asalnya. Pembuatannya membutuhkan waktu selama 3 - 4 hari dengan berbagai metode yang cukup rumit untuk menghasilkan bubuk teh hijau yang baik.

Secara umum daun teh hijau di Indonesia dan Jepang tidak berbeda dari segi nutrisinya yang baik untuk kecantikan maupun kesehatan Anda. Bila Anda ingin mencoba membuat bubuk teh hijau sendiri berikut adalah cara pembuatan bubuk green tea atau teh hijau :

Pembuatan Bubuk Green Tea

Bahan dan Peralatan :

  • 1 kg daun teh hijau (yang akan menghasilkan 100 g bubuk teh hijau), pillihlah daun teh yang hijau agak tua namun tidak terlalu tua. Proses pemilihan daun teh yang digunakan akan sangat mempengaruhi bubuk teh yang dihasilkan
  • Garam
  • Blender
  • Saringan (filter)
  • Kotak kecil

Cara pembuatan bubuk green tea :

  1. Daun teh hijau yang sudah disortir kemudian dicuci bersih dan direndam dalam air garam selama 30 menit
  2. Simpan daun teh hijau yang direndam di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung untuk mempertahankan klorofilnya secara maksimum
  3. Keringkan daun teh yang sudah direndam tadi selama 3 – 4 hari untuk menurunkan kadar air dalam daun, apabila daun sudah sedikit rapuh maka dapat diproses lebih lanjut
  4. Setelah kering daun dicuci lagi hingga bersih kemudian ditiriskan di tempat yang teduh
  5. Setelah kering maka daun teh kemudian diblender hingga halus
  6. Pastikan blender yang Anda gunakan dapat menggiling hingga benar - benar halus atau Anda dapat membawanya ke penggilingan untuk hasil yang lebih maksimal
  7. Setelah daun teh halus kemudian disaring lagi untuk mendapatkan bubuk green tea yang benar - benar halus
Bila Anda berhasil maka bubuk yang dihasilkan akan berwarna hijau, namun sering kali bubuk yang dihasilkan berwarna coklat tua atau kuning. Hal ini karena pembuatan bubuk teh hijau tergolong sulit dan membutuhkan ketekunan, terutama dalam hal pemilihan daun teh.