Tuesday, January 21, 2020
Suhu Tubuh Normal
January 21, 2020
Suhu Tubuh Normal - Sebenarnya berapakah suhu tubuh normal pada manusia? hal ini sebenarnya merupakan hal penting yang harus diketahui baik itu untuk anak - anak maupun orang dewasa terutama ketika sedang mengalami gangguan kesehatan seperti demam. Banyak yang bingung apakah suhu tubuh tinggi itu termasuk demam atau masih dalam batas normal.
Pada dasarnya suhu tubuh merupakan ukuran kemampuan tubuh dalam mengatur atau mengontrol hawa panas tubuh. Memahami hal ini merupakan hal penting karena kenaikkan suhu tubuh merupakan respon alami ketika tubuh mengalami gangguan seperti halnya ketika kita mengalami demam.
Karenanya Anda perlu mengetahui berapa suhu tubuh normal dan berapa suhu abnormalnya. Dengan mengetahui pengetahuan dasar ini Anda dapat mengetahui ketika tubuh mengalami gangguan sehingga bisa dilakukan penanganan medis secepatnya.
Memahami Suhu Tubuh Normal manusia dan batasnya
Mungkin kita umumnya mengetahui kalau suhu tubuh normal itu adalah 37 derajat celcius. Ini memanglah benar, namun tidak setiap kelompok umur seseorang itu suhu tubuh normalnya sama. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah suhu tubuh normal sesuai kelompoknya :
- Suhu normal bayi atau balita : 36,1 - 37,7 derajat Celcius
- Suhu normal anak - anak : 36,3 - 37,7 derajat Celcius
- Suhu normal orang dewasa : 36,5 – 37,5 derajat celcius
Namun kita juga harus memahami bahwa sepanjang hari suhu tubuh juga dapat berubah - ubah. Suhu tubuh terendah terutama terjadi pada pagi hari, suhu tubuh dapat meningkat hingga 0,6 derajat Celcius pada sore hari. Karenanya disarankan kita mempunyai alat pengukur suhu atau termometer sendiri di rumah.
Aktivitas harian kita juga dapat mempengaruhi suhu tubuh, seperti halnya pada saat berolahraga di cuaca yang panas maka suhu tubuh dapat meningkat 0,6 hingga 1 derajat Celcius. Selain itu wanita yang sedang mengalami ovulasi juga dapat mengalami peningkatan suhu tubuh diatas suhu normal.
Suhu Tubuh Rendah
Apabila suhu tubuh terlalu rendah dari suhu normal disebut dengan hipotermia. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang terpapar cuaca dingin yang berlebihan seperti berada di tempat dingin yang terlalu lama, tidak menggunakan pakaian yang hangat saat berada di tempat dingin, atau setelah terjatuh ke dalam kolam atau ke dalam air yang dingin.
Beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang mengalami hipotermia antara lain menggigil, napas yang pendek, napas yang pelan, bicara yang tidak jelas,kulit yang teraba dingin, kulit yang berwarna pucat, seseorang dapat lemas tidak berenergi bahkan mengalami penurunan kesadaran.
Hipotermia yang menyebabkan suhu tubuh terlalu rendah hingga dibawah 35 derajat celcius dapat menimbulkan bahaya yang mengancam jiwa. Sebab suhu tubuh yang terlalu rendah akan mengakibatkan perlambatan pada kerja sistem saraf, sistem pernapasan hingga sistem peredaran darah.
Oleh karena itu apabila mencurigai seseorang sedang mengalami hipotermia, segeralah membawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat karena keadaan hipotermia ini merupakan kondisi yang darurat.
Apabila mengalami kedinginan atau berada pada cuaca dingin anda dapat melakukan beberapa hal, seperti menggunakan pakaian yang hangat dan lebih tebal. Usahakan untuk menjaga agar tubuh tetap kering.
Konsumsi minuman yang dapat menghangatkan tubuh seperti rebusan air jahe, kopi hangat, teh hangat. Mandi dengan air hangat dan berpelukan juga dapat dilakukan untuk menjaga suhu tubuh tetap normal.
Suhu Tubuh Tinggi
Suhu tubuh tinggi diatas nilai normal disebut dengan istilah Hipertermia. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh mengalami kegagalan dalam mengatur suhu atau tidak dapat mengimbangi antara produksi panas dengan panas yang dikeluarkan tubuh, sehingga suhu tubuh terus mengalami peningkatan.
Peningkatan suhu tubuh hingga diatas 37,5 derajat celcius disebut dengan demam. Hal ini terjadi karena berubahnya sensor tubuh terhadap panas yang disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan kuman, contohnya saat seseorang mengalami demam tifoid atau penyakit tipes. Demam sebenarnya merupakan suatu tanda dari adanya reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Orang dewasa yang mengalami demam hingga 39,4 derajat celcius dan anak - anak hingga suhu 38 derajat celcius sangat disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter.
Suhu tubuh tinggi yang berlangsung terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi berat yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada organ tubuh, dan pada anak dapat berisiko untuk menimbulkan kejang demam. Oleh karena itu kondisi tersebut memerlukan pengobatan medis secepatnya.
Untuk menurunkan suhu tubuh yang terlalu tinggi, kita dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut :
- Perbanyak minum cairan, baik air putih ataupun jus buah
- Perbanyak makan buah - buahan yang mengandung air, seperti semangka, melon, mentimun, buah pir, apel, dan sebagainya
- Kompres dengan handuk yang dibasahi dengan air hangat, dapat diletakkan di kening ataupun di ketiak
- Atur udara ruangan sehingga alirannya lancar
- Beristirahat dengan menghindari aktivitas fisik yang berat
Apabila upaya - upaya tersebut belum memberikan hasil yang baik maka Anda dapat meminum obat penurun panas yang banyak tersedia di apotek dan toko obat terdekat. Namun jika suhu tubuh selalu tinggi, maka segeralah periksakan ke dokter.
Thursday, January 16, 2020
Konsistensi Warna Botol
January 16, 2020
Konsistensi Warna Botol - Manusia adalah makhluk visual, karena pikiran memproses informasi berdasarkan apa yang kita lihat. Ini memvalidasi jutaan dolar merek perawatan pribadi yang dihabiskan untuk menciptakan identitas visual untuk kemasan produk mereka. Hal tersebut dapat membantu konsumen mengasosiasikan diri dengan produk mereka.
Warna memainkan peran penting dalam identitas visual suatu produk agar produk dikenal dengan instan dan mengubah persepsi aroma serta kualitas. Warna sangat penting sehingga beberapa perusahaan berusaha keras untuk mendesain sebuah warna dalam produk, sehingga para pesaing dalam industri yang sama tidak dapat menggunakan warna yang sama.
Kita dapat melihat produk seperti Sunsilk dan Dove yang sudah diproduksi di berbagai negara dengan memiliki ciri khas kemasannya tersendiri. Meskipun kemasan yang diproduksi di negara yang berbeda, sebuah merek sabun dan shampo botol dan penutup warna harus tetap konsisten. Karenanya perihal spesifikasi warna memang harus dikomunikasikan secara objektif dengan standar yang sama kepada semua produsen di dunia.
Memastikan Konsistensi Warna Botol
Lantas bagaimana cara para produsen berbagai produk tersebut memastikan warna tiap kemasannya tetap sama di berbagai negara?
Para produsen dapat menggunakan alat pengukur warna seperti colorimeter atau spektrofotometer dapat digunakan untuk mengukur warna secara obyektif, sehingga memberikan nilai tertentu terhadap warna yang dapat dengan mudah dikomunikasikan.
Dalam memastikan konsistensi warna untuk shampo atau sabun botol, bahan baku yang merupakan pelet plastik harus diperiksa terlebih dahulu. Pelet plastik ini akan diukur dahulu tingkat warnanya sebelum diproses lebih lanjut. Alat pengukur warna tersebut akan menentukan nilai warna pelet dan menunjukkan jika sampel berada di dalam atau di luar batas toleransi.
Dengan begitu para produsen dapat memastikan tingkat warna produk mereka akan tetap konsisten. Hal ini tentu akan lebih memudahkan mereka dibandingkan memastikan konsistensi warna lewat pengamatan visual. Hal ini karena setiap orang mempunyai presepsinya tersendiri terhadap warna. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat pengukur warna dengan kualitas baik yang dapat mengukur warna dengan akurat.
Wednesday, January 8, 2020
Pembuatan Rel Kereta
January 08, 2020
Pembuatan Rel Kereta - Seperti yang kita ketahui bahwa kereta api berjalan di atas relnya yang berfungsi sebagai jalurnya. Rel kereta ini akan mengarahkan / memandu jalanya sehingga kereta api tidak memerlukan pengendali. Rel sendiri adalah dua batang besi baja yang kaku dan sama panjang, keduanya dipasang pada bantalan sebagai dasar landasan.
![]() |
| Sumber : Alat Uji Kekerasan |
Dua batang rel ini kemudian akan diikat pada bantalan dengan menggunakan paku rel, sekrup penambat maupun penambat e seperti penambat Pandrol. Jenis bantalan yang digunakan akan mempengaruhi jenis penambat yang akan digunakan pula. Untuk jenis bantalan kayu akan menggunakan penambat paku ulir atau paku penambat, sedangkan untuk bantalan beton atau semen akan menggunakan sekrup penambat maupun penambat e.
Kita juga tahu dan sering melihat rel dipasang pada badan jalan yang dilapisi dengan batu kericak atau disebut dengan Balast. Dengan adanya batu ini maka getaran dan lenturan rel yang disebabkan karena menahan beratnya kereta api dapat diredam. Saat rel harus menyeberangi jembatan, maka bantalan kayu akan digunakan karena jauh lebih elastis ketimbang bantalan beton.
Lantas yang menjadi pertanyaan kita adalah rel itu sendiri dibuat dari apa sehingga mampu menahan berat kereta.
Pembuatan Rel Kereta
Batang rel itu sendiri dibuat dari besi ataupun baja yang bertekanan tinggi. Besi atau baja tersebut juga mengandung karbon, mangan dan silikon. Agar dapat menahan beban berat (axle load) dari rangkaian kereta api yang melintas di atasnya maka batang rel ini akan dibuat secara khusus. Hal ini tentu saja karena batang rel adalah bagian pertama yang akan menahan beban berat dari kereta api yang melintas.
Pada jenis rel kereta api modern setiap potongan / segmen batang rel umumnya mempunyai panjang 20 - 25 meter, berbeda dengan jenis rel yang lebih lama yang panjangnya hanya antara 5 - 15 meter pada tiap segmennya.
Rel kereta api sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang dibedakan pada beratnya. Di Indonesia mengenal ada 4 jenis rel kereta api yaitu R25, R33, R42 dan R54. Maksudnya pada jenis R25 ini artinya setiap batang rel ini memiliki berat rata - rata 25 kilogram / meter, semakin besar R maka akan semakin tebal juga batang rel tersebut.
Perbedaan tipe batang rel ini sendiri karena dipengaruhi beberapa hal yaitu :
- Besar tekanan maksimum (axle load) yang mampu diterima rel saat dilintasi kereta api
- Kecepatan laju kereta api yang diijinkan saat melewati rel dimana semakin besar R maka makin besar axle load yang sanggup diterima oleh rel tersebut. Hal ini membuat kereta api yang melintas di atasnya dapat melaju pada kecepatan yang tinggi dengan stabil dan aman.
Thursday, January 2, 2020
Perlakuan Panas Pada Logam
January 02, 2020
Perlakuan Panas Pada Logam (Heat Treatment) bertujuan guna memperoleh perubahan struktur metalurgi, hasil akhirnya adalah untuk memperoleh sifat - sifat baru pada logam. Sebagian besar sifat logam dan paduannya akan sangat dipengaruhi oleh perlakuan panas. Namun pada paduan ferrous terutama paduan baja dalam sifat - sifatnya akan terjadi perubahan yang sangat signifikan.
Secara umum, struktur baja paling stabil dapat dihasilkan melalui pemanasan hingga temperatur austenit dan pendinginan secara perlahan - lahan di bawah garis kesetimbangan. Penggunaan dari baja sangat tergantung dari sifat - sifatnya yang sangat bervariasi yang diperoleh melalui pemaduan dan penerapan proses perlakuan panas. Sifat mekanik baja sangat dipengaruhi oleh struktur mikronya, sedangkan proses perlakuan panas sangat mudah merubah struktur mikro.
Perlakuan Panas Pada Logam
1. Perlakuan Panas Untuk Menghasilkan Perlit Dan Ferit
Perlakuan panas untuk menghasilkan perlit dan ferit, untuk menghasilkan keseragaman dalam mikrostruktur, meningkatkan keuletan, mengurangi sisa tegangan dalam, dan meningkatkan kemampuan permesinan dari baja. Mikrostruktur yang dihasilkan dari proses perlakuan panas ini terdiri dari berbagai macam ferit dan sementit yang terdistribusi, dan oleh karena itu dilakukan proses perlakuan panas dengan penahanan suhu tertentu dalam waktu yang cukup lama dan dengan pendinginan yang lambat.
2. Pengerasan
Apabila struktur mikro baja dapat mencapai 100% martensit (fully martensit) maka baja dapat mencapai tingkat kekerasan tertingginya. Struktur mikro ini bagaimanapun hanya dapat diperoleh jika transformasi austenit dapat ditekan sedemikian rupa dengan pendinginan yang cepat. Oleh karena itu, formasi martensit dan kekerasan yang tinggi dapat bervariasi tergantung dari bentuk penampang dan perbedaan ketebalan dari tiap bagian pada benda kerja.
Kemampuan dikeraskan didefinisikan sebagai kemampuan untuk dapat dikeraskan dengan cara pendinginan cepat atau sifat - sifat yang ditentukan oleh kedalaman pada paduan besi dan penyebab dari kekerasan yang diperoleh melalui pencelupan pada media dingin (quenching). Kedua definisi tersebut menyatakan arti dari kekerasan.
Besarnya (diameter) baja yang di quenching akan menyebabkan berbedanya tingkat kekerasan beberapa jenis baja. Semakin kecil diameter benda kerja kekerasan yang didapatkan semakin tinggi disebabkan karena perbedaan kecepatan pendinginan pada diameter yang berbeda.
3. Tempering
Seluruh baja akan cenderung mempunyai potensial ke arah konfigurasi yang lebih stabil setelah mengalami pengerasan. Namun kestabilan tersebut sulit diperoleh pada temperatur kamar karena mobilitas atom-atomnya relatif sangat rendah. Tetapi jika temperaturnya dinaikkan, maka mobilitas atom akan meningkat seiring dengan naiknya laju difusi dan ini akan mengakibatkan adanya perubahan struktur yang lebih stabil. Proses memanaskan kembali baja yang telah dikeraskan disebut dengan proses temper.
Tempering akan membuat duktilitas dan ketangguhan meningkat, akan tetapi menurunkan kekerasan dan kekuatannya. Sedangkan tempering adalah perlakuan panas dari baja yang telah dikeraskan, namun tingkat kegetasan atau ketangguhan dari baja akan menurun.
4. Perlakuan Panas pada Logam Besi Cor
Besi cor termasuk jenis besi karbon (Fe-C) dengan kandungan karbon dalam besi cor sekitar 2% berat atau lebih lebih tinggi dari baja. Hal ini akan memperoleh hasil bentuk dan karakteristik pembekuan serta struktur mikro yang unik. Terlebih lagi untuk grafit lamelar dan grafit bulat hanya dapat ditemui pada besi cor. Intinya perlakuan panas pada besi cor dan pada baja adalah sama.
Besi cor dapat berbentuk hipoeutektik (kandungan karbon di bawah eutektik), hipereutektik (kandungan karbon di atas eutektik), dan besi cor eutektik. Struktur Eutektik dari austenit dan sementit diberi nama khusus yaitu Ledeburit. Besi cor mempunyai elemen yang secara signifikan mengubah batas - batas fasa dari diagram Fe-C dan silikon merupakan elemen utama dari besi cor.
Sunday, December 22, 2019
Mesin Cetak Tablet Manual
December 22, 2019
Mesin Cetak Tablet Manual adalah mesin yang dapat digunakan untuk mencetak bahan obat - obatan serta herbal dengan bentuk tablet. Dengan menggunakan mesin cetak tablet ini maka proses mencetak obat dengan bentuk tablet bisa dikerjakan dengan mudah.
![]() |
| Sumber : Alat Uji Tablet |
Mesin ini sangat tepat digunakan oleh industri bidang farmasi, laboratorium, usaha herbal skala kecil dan sebagainya. Mesin cetak tablet dengan cara pengoperasian manual ini bisa membantu proses mencetak obat dengan bentuk tablet secara mudah dan sederhana. Obat - obatan dengan bentuk tablet menjadi salah satu jenis obat yang begitu disukai karena mudah dikonsumsi. Sehingga obat tablet banyak diproduksi oleh para pengusaha obat - obatan.
Mesin Cetak Tablet Manual
Mesin cetak tablet memiliki ukuran minimalis dan didesain sedemikian rupa sehingga proses pengoperasiannya dapat menggunakan cara manual. Mesin cetak tablet manual ini dapat memberikan hasil yang seragam dan menghasilkan penampilan yang berkualitas sama halnya dengan mencetak menggunakan cetak lain. Mesin cetak ini menggunakan tangan dalam proses pengoperasian jadi begitu sesuai digunakan untuk pembuatan tablet dengan jumlah kecil serta bermanfaat untuk digunakan dalam tujuan penelitian di beberapa pabrik obat atau di laboratorium perguruan tinggi.
Jadi bagi yang ingin membuat obat dengan bentuk tablet bisa memiliki mesin cetak tablet untuk menjalankan usaha, atau sekedar uji coba. Bentuk mesin yang minimalis ini bisa dipindahkan kemana pun sesuai dengan kebutuhan. Mencetak obat dalam bentuk tablet skala kecil dapat diatasi dengan cara yang mudah dan simpel. Hasil cetakan lebih rapi dan akan disukai konsumen nantinya. Bahan yang digunakan untuk merancang mesin cetak tablet ini dari bahan berkualitas tinggi sehingga nantinya bisa menghasilkan produk obat bermutu dan aman dikonsumsi.
Keunggulan Mesin Cetak Tablet Manual
Berikut ini merupakan keunggulan yang terdapat pada mesin cetak tablet, Anda bisa menyimak info keunggulan mesin cetak tablet manual dibawah ini :
- Mesin mudah digunakan dan dioperasikan
- Dibuat dari bahan stainless steel
Mesin cetak tablet sendiri harus dibuat dari bahan berkualitas tinggi tinggi sehingga bisa tahan lama dan mudah dibersihkan. Bahan untuk mendesain mesin cetak tablet manual ini yaitu stainless steel sehingga proses mencetak pun lebih nyaman dan mudah. Bahan stainless steel akan menjaga kualitas bahan dengan baik. Selain itu mesin cetak tablet juga harus mudah digunakan dan proses pengoperasian pun dapat dikerjakan secara sederhana.
Thursday, December 19, 2019
Pembuatan Mentega Skala Industri
December 19, 2019
Pembuatan Mentega Skala Industri - Mentega merupakan produk olahan dari susu yang dibuat dengan cara mengaduk krim yang didapat dari susu. Biasanya digunakan sebagai olesan roti dan biskuit, mentega juga digunakan sebagai perantara lemak di beberapa resep roti dan masakan dan terkadang bahan untuk menggoreng. Pengganti mentega adalah margarine, yang biasanya lebih murah dan memiliki sedikit lemak serta kolesterol.
![]() |
| Sumber : Alat Pengukur Warna |
Pembuatan mentega sendiri membutuhkan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonosto cremoris yang berguna pada proses pengasaman nantinya. Pada pembuatan mentega Streptococcus lactis digunakan untuk menghasilkan asam laktat. Jenis bakteri ini memang banyak digunakan dalam proses pembuatan mentega.
Streptococcus lactis adalah termasuk jenis bakteri yang berbentuk bulat (kokus) atau berbentuk bola yang berkelompok memanjang berbentuk rantai. Streptococcus merupakan golongan bakteri yang dapat berkembang biak di tempat pemerahan susu. Streptococcus bersumber dari susu terfermentasi/susu asam. Dinding sel bakteri sangat tipis, tersusun atas peptidoglikan, yaitu polisakarida yang berkaitan dengan protein dan bersifat selektif permeabel. Membran sel berfungsi untuk mengontrol zat makanan yang masuk dan keluarnya sisa metabolisme, selain itu membran sel juga berperan dalam pembelahan sel.
Tahap pembuatan mentega
Pembuatan mentega sendiri pada dasarnya adalah bagaimana mengubah kedudukan globula lemak susu yang semula berupa emulsi lemak dalam air menjadi emulsi air dalam lemak. Pembuatan mentega terdiri dari beberapa tahap, tahap ini adalah sebagai berikut :
Pembuatan Mentega Skala Industri
1. Separasi
Untuk memisahkan skin dan rim, dikerjakan dengan separator dengan putaran 6000 rpm. Dengan putaran tersebut 99,5% lemak susu dapat dipisahkan.
2. Standarisasi
Penyesuaian kadar lemak krim yang akan dibuat mentega dimana standar kadar lemak krim yang baik dalam pembuatan mentega adalah sekitar 30 - 33%.
3. Netralisasi
Dalam proses pasteurisasi untuk menghindari penggumpalan yang bisa terjadi dilakukan dengan menambahkan larutan alkali sehingga dapat mencapai pH sekitar 6,8 - 7,2 pH. Proses ini sering disebut dengan proses netralisasi, proses ini juga berguna untuk mencegah timbulnya cita rasa yang tidak baik selama pemanasan. Selain itu dengan proses netralisasi juga akan memberikan pengaruh pada sifat yang lebih baik pada hasil akhir.
4. Pasteurisasi
Dilakukan pada metode yang lambat (suhu 70 - 75°c selama 30 menit) atau metode cepat (suhu 80 - 85°C selama 25 detik).
5. Pemeraman
Jika dikehendaki mentega dengan cita rasa yang spesifik . Pemeraman dilakukan pada suhu 21°C. Mikroba yang digunakan adalah :
- Streptococcus lactis
- Str.citrovorus
- Str.paracitrovorus
Pemeraman dihentikan apabila keasaman krim mencapai 0,2 - 0,4% dihitung sebagai asam laktat, Biasanya dicapai dalam waktu 12 - 18 jam.
6. Pendinginan
Selama semalam pada suhu 10°C. Pendinginan berfungsi untuk memberikan tekstur yang baik dan memudahkan pembalikan emulsi lemak dalam air menjadi emulsi air dalam lemak.
7. Churning
Merupakan proses pengadukan.
8. Pencucian
Pada tahap ini bahan mentega yang hampir jadi akan dicuci untuk membersihkan dari pengotor yang mungkin masih terbawa.
9. Partikel - partikel mentega terbentuk terpisah dari serumnya
Serum harus dibuang dan diganti dengan air yang suhunya sama dengan suhu mentega, dengan jumlah air kurang lebih sama dengan jumlah serum yang dibuang.
10. Penggaraman
Untuk mentega dengan rasa asin dikerjakan sebelum proses churning yang terakhir. Jumlah garam berkisar 5,25%. Garam yang tertinggal dimentega berkisar 1 - 2%.
Wednesday, December 4, 2019
Tingkat Kelarutan Obat
December 04, 2019
Tingkat Kelarutan Obat - Sediaan padat / solid (tablet, hardcapsul, softcapsul, serbuk, granul) merupakan sediaan yang paling banyak dibandingkan dengan sediaan lain (liquid, semisolid, gas) dalam farmasi. Sediaan padat yang umum dalam bidang farmasi adalah tablet dan menurut proses pembuatannya tablet dapat dibagi 2 yaitu tablet cetak langsung atau granulasi.
Untuk dapat memberikan efek terapi pertama tablet harus dapat pecah dahulu kemudian larut dalam cairan gastrointestinal dan diserap masuk ke dalam plasma (darah / getah bening) tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut kita akan membahas tentang kelarutan tablet obat di dalam tubuh.
Pada umumnya obat dalam bentuk tablet membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat larut dibandingkan dengan bentuk granul atau serbuk. Hal ini disebabkan karena tablet memiliki luas permukaan yang lebih kecil dibandingkan dengan granul atau serbuk. Obat yang luas permukaannya semakin besar maka akan lebih cepat untuk larut.
Tingkat Kelarutan Obat
Lantas kenapa faktor kelarutan ini menjadi penting? Hal ini tentu karena obat baru bisa memberikan efek ketika telah terserap oleh tubuh, dan untuk itu obat tablet harus dapat larut dalam cairan gastrointestinal.
Setelah masuk ke dalam saluran pencernaan tubuh maka obat akan pecah terdisintegrasi dan kemudian larut. Pentingnya faktor kelarutan ini membuat desain pembuatan obat oleh bagian RnD akan dirancang sedemikian rupa, hal ini bertujuan agar obat memenuhi syarat kelarutan dan kemudian juga dapat dilakukan uji disolusi untuk melihat bagaimana profil dissolusi obat tersebut.
Setelah kita mengetahui profil disolusi maka kita dapat mengevaluasi dengan parameter - parameter persyaratan apakah tablet obat tersebut dalam kondisi baik atau tidak. Parameter - parameter tersebut kemudian akan dibandingkan dengan persyaratan lalu dinilai sesuai atau tidak, apabila sesuai maka tablet tersebut dikategorikan bagus.
Gambaran tablet tersebut termasuk dalam tablet konvensional atau modified release dapat dilihat dari Profil disolusi, apabila obat dilepaskan segera serentak dalam profil disolusi dalam hitungan menit maka tablet termasuk dalam tablet konvensional.
Dalam obat Modifier Release (MR) terdapat dosis initial dan dosis maintenance dimana dosis initial dilepaskan awal dan biasanya dalam obat diletakkan di permukaan tablet, sedangkan dosis maintenance dilepaskan sedikit demi sedikit untuk menjaga dosis obat dalam range terapi.
Perlu diketahui bahwa kelarutan obat yang diuji lewat uji disolusi merupakan parameter penting tablet obat tapi bukan satu - satunya parameter baik tidaknya obat. Masih ada parameter lain diantaranya keregasan, kerapuhan, kekerasan dan lain - lain yang dapat diuji menggunakan alat ukur kerapuhan tablet / alat ukur kekerasan tablet.
Subscribe to:
Posts (Atom)






